Antimon Trioksida (99,5%) - Tiongkok

Antimon Trioksida (99,5%) - Tiongkok

Asal
: Japan, China
Nomor CAS
: 1309-64-4
Kode HS
: 2825.80.00
Info Dasar
Nama IUPAC
: diantimony trioxide
Formula molekul
: Sb2O3
Berat molekul (g/mol)
: 291.5000
Sinonim & Nama Dagang
: Antimony trioxide; Antimony(III) oxide; Flowers of antimony
Kemurnian/Uji (%)
: 99.5% min
Kelas/Tingkat Kualitas
: Kelas Industri
Bentuk Fisik
: Padat
Konsentrasi
: Pure substance
Penampilan/Warna
: White to off-white solid
Bau
: Odorless
Titik lebur (° C)
: 656.0000
Titik didih (° C)
: 1425
Kepadatan (g/cm³)
: 5.2000
Kelarutan dalam Air
: Insoluble in water
Kata Sinyal
: Peringatan
Kelas Bahaya GHS
: Carcinogen (suspected)
Pernyataan H
: H351
Pernyataan P
: P201|P260|P271|P280|P308+P313
Status REACH
: Registered (SVHC assessment)
Status Prekursor Obat
: Non-precursor
Kelas Penyimpanan (GHS)
: 6.1
Kondisi Penyimpanan
: Cool, dry; minimize dust
Bagikan produk ini :
Tertarik dengan produk ini?

Untuk informasi lebih detail termasuk harga, kustomisasi, dan pengiriman:

Dokumen Teknis

Ikhtisar Singkat
Antimony trioxide, umumnya dikenal sebagai ATO, adalah senyawa komersial yang berasal dari antimon. Antimon adalah logam yang terjadi secara alami di kerak bumi. ATO adalah bubuk kristal putih (seperti pasir) tidak berbau. Ini adalah oksida amfoter, yang dapat larut baik di ukraina maupun larutan asam. ATO memberikan antimon ketika dilarutkan dalam larutan alkali dan memberikan asam poliantimonus ketika dilarutkan dalam larutan asam. ATO dapat dengan mudah dioksidasi atau direduksi; dapat dioksidasi menjadi antimon pentoksida dan berbagai senyawa antimon lainnya. ATO beracun, diduga memiliki potensi karsinogenik bagi manusia.

ATO digunakan dalam berbagai aplikasi industri, terutama sebagai sinergis dengan bahan kimia tahan api dan sebagai katalis dalam pembuatan poliester (PET). Struktur struktur ATO berubah dengan perubahan suhu sampel. Struktur ortorombik ini sangat stabil, ada di alam sebagai mineral valentine.

Proses Manufaktur
Antimon oksida dapat dibuat melalui dua proses: langsung dan tidak langsung.
Proses tidak langsung
Dalam proses ini, logam antimon atau bijih dilebur dalam tungku untuk menghasilkan uap ATO. Uap dipadamkan dengan udara dan didinginkan untuk mengubah uap menjadi bubuk putih. Bubuk ini selanjutnya disaring untuk menghasilkan bubuk antimon trioksida.
Proses langsung
Dalam proses ini, oksida antimon mentah dipanggang dengan adanya udara untuk menghasilkan uap ATO. Uap kemudian dikondensasi untuk mengubah uap menjadi bubuk putih. Bubuk ini selanjutnya disaring untuk menghasilkan bubuk antimon trioksida.